Blogku yang Lain

Buat temen-temen silahkan kunjungi juga blogku yang lain: http://sangpenjelajahmalam.wordpress.com/ http://theexplorersnight.blogspot.com/

Read more

YAMAHA XEON {XTRAORDINARY PERFORMANCE}

Yamaha baru saja mengeluarkan motor otomatik baru Yamaha Xeon. Motor ini memiliki keunggulan sebagai berikut: DiASil Cylinder Tipe cylinder ini memiliki daya tahan yang kuat terhadap aus/gesekan serta sangat mudah dalam melepas panas sehingga umur pakainya menjadi lebih lama (awet) Liquid Cooled Untuk menjaga kondisi temperatur mesin agar tetap stabil terutama pada kondisi jalan yang [...]

Read more

Privatisasi, Untung atau Rugi?

Seperti tdak belajar dari sejarah, mungkin itu yang pantas untuk menggambarkan rencana pemerintah, memprivatisasikan asset-aset strategis bangsa. Padahal jika kita melihat dari sejarah, bagaimana Amangkurat dengan sengaja menjual bangsa ke tangan VOC, yang akhirnya menyebabkan bangsa Indonesia dijajah selama + 350 tahun. Rencana pemerintah menjual sahamnya di PT. Krakatau Steel hingga 40%, kepada perusahaan baja dunia sekelas AncelorMittal, telah menimbulkan kecaman dari beberapa kalangan terutama mahasiswa. Bagaimana tidak, rencana penjualan saham hingga 40% akan menyebabkan perusahaan baja terbesar di Indonesia itu akan dikuasai oleh pihak asing, dalam hal ini AncelorMittal.
Walaupun AncelorMittal dinilai memiliki teknologi canggih untuk meningkatkan produksi baja nasional, tapi hal itu tidak akan menutupi reputasi buruk AncelorMittal di dunia. Isu yang paling santer saat ini adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan AncelorMittal di beberapa perusahaan baja miliknya setiap akan melakukan akuisisi. Hal ini tentu saja sangat meresahkan, karena bisa saja hal itu nantinya akan juga dialami oleh Krakatau Steel jika AncelorMittal benar-benar akan menanmkan modalnya di Indonesia bahkan mungkin akan menguasai sebagian besar saham KS, yang artinya KS akan menjadi milik AM.
Mungkin memang benar AM mampu meningkatkan produksi baja nasional, tapi apakah hal itu benar-benar akan menguntungkan bangsa ini, mengingat setiap kerjasama bisnis dan kontrak-kontrak kerja pemerintah dengan pihak asing selalu berat sebelah. Kita ambil contoh saja Freeport bagaimana perusahaan tambang asing ini telah mengeruk kekayaan tambang yang ada di Papua. Tapi apa yang didapat rakyat asli Papua? Boleh saja Freeport dengan bangga menyatakan bahwa 90% pegawainya adalah orang Indonesia, bahkan mereka memiliki beberapa program social (tayangan iklan Freeport di TV nasional beberapa tahun lalu). Tapi kenyataannya masih banyak penduduk asli Papua yang hidup di bawah garis kemiskinan bahkan masih hidup secara primitif. Mereka sama sekali tidak merasakan hasil dari penambangan yang dilakukan di tanah leluhur mereka.
Sudah jelas selama privatisasi aset-aset bangsa ini tidak bisa menguntungkan bangsa terutama masyarakat di sekitar aset-aset tersebut, jelas privatisasi ini adalah langkah yang akan membawa Indonesia ke era penjajahan baru, yang tentu saja rakyat yang akan menjadi korbannya.

Read more

BUDAYA KEKERASAN DI DUNIAPENDIDIKAN INDONESIA

Dunia pendidikan Indonesia kembali diguncang oleh isu kekerasan. Belum hilang dari ingatan kita kasus kekerasan yang dilakukan oleh praja IPDN, kembali kita dikejutkan dengan kasus kekerasan di STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran). Sepertinya budaya kekerasan tidak pernah lepas dari dunia pendidikan kita, bahkan sepertinya telah menjadi image pendidikan di Indonesia.
Dengan alasan senioritas dan penbinaan, dijadikan ajang kekerasan pada para junior. Tidak heran bila terjadi bentrokan antara mahasiswa dan polisi beberapa waktu lalu, mungkin itu juga dikarenakan budaya senioritas yang biasanya terjadi di kampus-kampus maupun di sekolah tinggi yang dijadikan alasan untuk melakukan tindak kekerasan pada juniornya. Bahkan pihak kampus maupun sekolah sepertinya hanya diam dan menutupi peristiwa kekerasan tersebut, sehingga karena telah berlarut-larut kekerasan telah menjadi budaya.
Seharusnya kekerasan sudah tidak menjadi budaya lagi di sekolah-sekolah maupun kampus-kampus di Indonesia. Karena hal itu telah menjadikan bangsa Indonesia ini menjadi bangsa yang penuh dengan budaya kekerasan. Kasus penyerangan FPI pada AKKBB adalah salah satu bukti bahwa kekerasan telah menjadi budaya bangsa ini.Oleh karena itu kita sebagai bangsa Indonesia, bangsa yang dikenal sebagai bangsa yang ramah seharusnya bisa membuang budaya anarkis dan kekerasan, baik dalam pendidikan maupun dalam menyuarakan aspirasi.

Read more
Kata-kata Bijak

Kata-kata Bijak

Cina Kuno:
“Kamu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan, jika kamu bekerja keras dan tidak keburu mati.”

Pepatah Arab:
“Man Jadda Wajada”
Artinya:
“Siapa yang bersungguh-sungguh berusaha akan mendapatkan yang diharapkannya.”

Johan Wolfgang von Goethe:
“Kalau kamu ingin menciptakan sesuatu, kamu harus melakukan sesuatu.”

James Allen:
“Jangan biarkan orang lain lebih tahu banyak tentang dirimu. Bekerjalah dengan senang hati dan dengan ketenangan jiwa, yang membuat kamu menyadari, bahwa muatan pikiran yang benar dan usaha yang benar akan mendatangkan hasil yang benar.”

Furqon (Tokoh dalam “Ketiaka Cintah Bertasbih”)
“The formula for success is simple, practice and concentration then more practice and more concentration.”
Artinya:
“Rumus keberhasilan mudah saja, yaitu praktik dan konsentrasi, kemudian meningkatkan praktik dan meningkatkan konsentrasi.”

Read more

PUISI ORANG KERE

Hidup ini sepi tanpa hadirmu.
Hidup ini kering tanpa senyummu.

Oh sahabat,

Di mana hadirmu?
Saat aku butuh dukungan darimu,
Saat butuh semua nasehatmu.

Oh sahabat,

Di mana engkau?
Saat aku bokek.
Saat aku kelaparan.
Saat aku hidup papa.

Oh sahabat,

Satu hal yang harus engkau tahu!
Kantong ini kering tanpa uangmu.

Please give me money.

Read more

Seabad Untuk Bangkit

Seratus tahun berlalu sejak Soetomo (20 tahun) bersama teman-temannya memprakarsai berdirinya Budi Utomo, tonggak pergerakan nasional. Tapi semangat mereka masih terasa hingga sekarang. Berbagai kegiatan deselenggarakan untuk memperingati 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional, mulai dari karnaval, parade sepeda ontel hingga berbagai even-even yang bertemakan kebangkitan nasional. Antusiasme para penduduk dari berbagai kalangan begitu besar pada peringatan seabad kebangkitan Indonesia. Slogan-slogan bertemakan kebangkitan nasional bertebaran di mana-mana, di jalan-jalan, radio, hingga televisi nasional.
Sungguh ironi sebenarnya ditengah maraknya slogan-slogan dan seruan kebangkitan nasional, ternyata masih banyak penduduk Indonesia ini yang belum bangkit. Bangkit dari kemiskinan, bangkit dari kebodohan, bangkit dari pengangguran hingga bangkit dari korupsi. Masih banyak orang yang bahkan belum tahu bagaimana bangkit dari keterpurukan, yang hanya mereka lakukan hanya mengharapkan belas kasihan dari orang lain, hanya mengemis. Padahal kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang berbadan sehat dan masih mampu untuk bekerja, bahkan tidak sedikit dari meraka yang dengan tega menyuruh anak-anak mereka yang masih kecil untuk mengemis di lampu merah. Apa mereka tidak berpikir bahwa keselamatan anak-anak mereka dipertaruhkan di sana. Kenapa harus mengimis padahal mereka masih mampu untuk bekerja, bukankah masih lebih baik menjadi pemulung dan pengamen dari pada mereka bermalas-malasan hanya mengharapkan belas kasihan orang lain. Padahal masih banyak orang yang memiliki keterbatasn fisik, tapi mereka tidak mengeluh dan tidak mau bergantung dengan orang lain.
Indonesia adalah bangsa yang besar, bangsa yang pernah menjadi macan asia, bangsa yang disegani. Sudah saatnya Indonesia bangkit, bankit dari keterpurukan, bangkit dari krisis yang berkepanjangan, bangkit dari kebobrokkan moral. Sudah saatnya macan asia bangkit dari tidurnya, mengaum keseluruh penjuru dunia. Sudah saatnya sang garuda tidak lagi terbang tinggi, setinggi mimpi-mimpinya yang hanya menjadi impian belaka tanpa ada usaha untuk mewujudkannya. Sudah saatnya sang garuda menancapkan cakarnya ke puncak dunia, puncak kebangkitan.
Kebangkitan Indonesia.

Read more